rajabacklink

Ketika Isu Lama Muncul Lagi, Zulhas Disorot Usai Banjir Sumatera

8 Des 2025  |  339x | Ditulis oleh : Admin
Zulkifli Hasan

Gelombang kritik warganet kembali mengarah kepada Zulkifli Hasan atau Zulhas setelah banjir dan longsor melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera pada akhir 2025. Komentar negatif begitu membludak hingga kolom komentar akun Instagramnya dibatasi. Di tengah musibah tersebut, publik tiba-tiba kembali mengungkit sebuah video lama yang memperlihatkan Harrison Ford, aktor Hollywood yang juga aktivis lingkungan, sedang mengkritik Zulhas saat ia masih menjabat Menteri Kehutanan. Cuplikan dari dokumenter tahun 2013 itu mendadak viral dan menjadi pemantik utama munculnya kembali isu deforestasi yang sudah lama mengendap.

Video tersebut menampilkan momen ketika Harrison Ford menegur keras kebijakan pengelolaan hutan Indonesia. Potongan video ini membuat banyak pengguna media sosial menghubungkan bencana banjir dan longsor yang terjadi saat ini dengan kebijakan kehutanan pada masa lalu. Publik lalu menyoroti ulang siapa sosok Zulhas, bagaimana kariernya, dan apa saja kebijakan yang pernah ia ambil selama berkiprah di pemerintahan.

Zulkifli Hasan lahir di Penengahan, Lampung Selatan pada 31 Agustus 1962. Ia dikenal luas sebagai politisi senior yang kini mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan periode 2024–2029 di pemerintahan Prabowo–Gibran. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), posisi yang sudah ia pegang sejak 2015. Zulhas menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Krisnadwipayana dan aktif di berbagai organisasi mahasiswa sebelum resmi bergelut dalam dunia politik.

Karier politiknya sangat panjang, mulai dari Menteri Kehutanan pada era Presiden SBY, lalu berlanjut sebagai Ketua MPR RI, Wakil Ketua MPR, hingga Menteri Perdagangan pada kabinet Presiden Jokowi. Dalam setiap jabatannya, namanya selalu disorot publik, baik karena kebijakan yang dianggap positif maupun kontroversial. Dalam posisinya sebagai Menko Pangan saat ini, ia dipercaya menangani berbagai isu ketahanan pangan nasional.

Selain kembali disorot karena isu lingkungan, publik juga mencermati laporan LHKPN yang menunjukkan bahwa harta kekayaan Zulhas mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada 2025, total kekayaannya tercatat sekitar Rp49,65 miliar, meningkat lebih dari Rp17 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu terutama berasal dari kas dan harta bergerak lainnya. Publik pun mempertanyakan transparansi dan akar dari kenaikan tersebut, terlebih di tengah perbincangan mengenai tanggung jawab pejabat negara.

Sorotan terhadap masa lalunya sebagai Menteri Kehutanan kembali diperbesar. Banyak yang menilai bahwa kerusakan hutan di Sumatera tidak bisa dilepaskan dari kebijakan yang diambil pada periode ia menjabat. Pembalakan liar, konversi hutan, dan berbagai izin yang diterbitkan saat itu kini dianggap menjadi salah satu faktor yang memperparah bencana ekologis yang terjadi belakangan ini. Meski isu ini sudah berulang kali muncul di masa lalu, video Harrison Ford yang viral kembali membuatnya tampak seperti masalah baru.

Warganet juga ramai-ramai menyerbu akun Instagram Zulhas dan meninggalkan komentar bernada keras. Banyak yang meminta ia bertanggung jawab, bahkan ada yang mendesak agar ia mundur dari jabatan publik sebagai bentuk penebusan moral. Seruan-seruan bernada emosi bermunculan, menunjukkan betapa sensitifnya isu lingkungan di mata publik saat ini. Situasi menjadi semakin panas ketika di tengah gelombang kritik tersebut, Zulhas mengunggah promosi penggunaan tumbler. Unggahan itu dianggap tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang mengalami musibah banjir dan longsor.

Di tengah meningkatnya kemarahan publik, kasus ini menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab pejabat negara dalam menjaga lingkungan. Kebijakan yang diambil satu dekade lalu pun masih dapat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat hari ini. Bencana yang terjadi di Sumatera membuka kembali percakapan publik tentang perlunya transparansi, konsistensi, dan komitmen jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kontroversi yang kembali mencuat ini menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak pernah benar-benar hilang, hanya menunggu momentum untuk kembali diperbincangkan. Dan kali ini, nama Zulhas berada tepat di tengah pusaran tersebut.

Baca Juga: