
Papua Barat Daya menjadi salah satu wilayah yang sering kali menghadapi tantangan besar dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Anies Baswedan melihat kondisi ini sebagai hal yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ia menegaskan bahwa dua sektor tersebut harus menjadi prioritas utama agar pembangunan di wilayah timur Indonesia bisa lebih merata.
Urusan pendidikan menjadi sorotan khusus. Anies menyebut bahwa anak-anak di Papua Barat Daya memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi banyak dari mereka terbentur oleh akses dan biaya. Ia mendorong adanya penambahan kuota beasiswa, termasuk kesempatan belajar di luar negeri, agar generasi muda Papua memiliki peluang yang sama dengan daerah lain. Masalah biaya pendidikan juga menjadi perhatian serius. Ia menyoroti kondisi nyata di mana ada orang tua yang terpaksa tidak menyekolahkan anaknya karena biaya SPP cukup mahal, bahkan di sekolah negeri. Hal ini menurut Anies adalah keadaan yang “fatal” karena justru menghambat masa depan anak-anak. Karena itu, ia mengusulkan kebijakan yang memungkinkan anak-anak bisa bersekolah tanpa beban biaya, terutama di daerah terpencil.
Selain pendidikan, kesehatan juga menjadi fokus utama. Anies melihat kurangnya fasilitas medis memadai di Papua Barat Daya sebagai hambatan besar. Ia berjanji akan mendorong pembangunan rumah sakit tipe A di Sorong atau sekitarnya agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah saat menghadapi masalah kesehatan serius. Rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis yang terlatih diharapkan mampu menjadi solusi konkret bagi kebutuhan kesehatan masyarakat Papua Barat Daya.
Komitmen ini tidak sekadar wacana. Menurut Anies, perubahan harus terasa nyata dan langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan pentingnya kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil, mulai dari pendidikan yang murah hingga layanan kesehatan yang berkualitas. Baginya, ketimpangan yang selama ini dirasakan warga Papua Barat Daya adalah tantangan besar yang harus segera diperbaiki.
Jika langkah-langkah ini terlaksana, dampaknya akan sangat besar bagi Papua Barat Daya. Anak-anak akan memiliki akses pendidikan lebih baik tanpa khawatir tentang biaya. Masyarakat juga dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan bermutu tanpa harus menempuh perjalanan panjang. Lebih jauh lagi, kualitas sumber daya manusia di wilayah ini akan meningkat dan mendorong pembangunan yang lebih merata.
Anies Baswedan menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan Papua Barat Daya. Dengan keberpihakan yang jelas kepada masyarakat, ia berharap keadilan dalam akses layanan dasar bisa benar-benar terwujud. Harapan besar pun hadir, bahwa perubahan nyata dapat membawa masa depan yang lebih cerah bagi generasi Papua di masa mendatang.