Al Masoem

Berpetualang di Dunia Medis: Ekstrakurikuler P3K SMP Islam Al Masoem Siap Bantu Kamu

20 Jun 2024  |  40x | Ditulis oleh : Admin
pesanten Al Masoem Bandung

Pendidikan di Indonesia tidak hanya menyentuh ranah akademis belaka, namun juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan di luar kurikulum utama. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang menarik perhatian di SMP Islam Al Masoem, Bandung, adalah Pelatihan Pertolongan Pertama (P3K).

SMP Islam Al Masoem di Bandung telah lama dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah yang menerapkan kurikulum holistik. Dengan keunggulan dalam bidang akademis, sekolah ini juga memperhatikan pentingnya pembentukan karakter siswa dan pengembangan keterampilan non-akademis. Salah satu bentuk kegiatan yang mendukung hal tersebut adalah ekstrakurikuler P3K.

Ekstrakurikuler P3K di SMP Islam Al Masoem membantu siswa untuk memahami dasar-dasar pertolongan pertama di berbagai situasi darurat. Dengan dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman, siswa belajar bagaimana memberikan bantuan pertama pada orang-orang yang mengalami cedera ringan maupun situasi yang mengancam jiwa.

Melalui kegiatan P3K, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktek langsung dalam situasi yang mendekati keadaan sebenarnya. Mereka belajar cara menangani luka ringan, memperlakukan patah tulang, hingga memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan secara tepat dan efektif.

Selain memberikan manfaat langsung bagi siswa, kegiatan P3K juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, siswa yang terlibat dalam P3K dapat memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan di sekolah, di rumah, atau di tempat umum.

Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler P3K di SMP Islam Al Masoem, siswa mendapatkan kesempatan untuk berpetualang di dunia medis dan membekali diri dengan keterampilan yang mungkin suatu hari dapat menyelamatkan nyawa. Dengan demikian, sekolah ini tidak hanya mencetak siswa yang pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kemampuan mereka dalam memberikan pertolongan pada sesama.

Sekolah-sekolah lain di Bandung dan sekitarnya mungkin juga dapat mengadopsi program serupa untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang di luar kurikulum akademisnya.

Berita Terkait
Baca Juga: